Bayi Penderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Bayi Penderita Kanker Kelenjar Getah Bening -, Bayi pengidap penyakit kanker kelenjar getah bening (non-Hodgkin limfoma) dari Bandar Lampung, Sabilah Ananda (5), orang-orang membutuhkan uluran tangan. Beberapa Adna putri bungsu (51) dan Siti Aliyah Street penduduk pensiun, pemerintah 4 Gang Ibrahim, Lukas 1 desa Gunung cahaya, Langkapura, Bandar Lampung ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit kanker Dharmais.

Dari Adna narasi, Bapa, Sabilah sebelumnya telah menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit di Lampung RS Graha Husada, dan RSUDAM. Sabilah juga menjalani bedah kanker yang bersarang di lehernya tepat.

"Jika dokter mengatakan, mulai menyerang paru-paru, sehingga harus dirujuk ke Jakarta," kata Adna.

Sampai sekarang Sabilah harus menjalani serangkaian kemoteraphi rutin setiap bulan. Sejak Desember, Sabilah telah menjalani dua siklus kemoterapi, dan adalah dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi nya ketiga, 24 Februari 2016. Untuk setelah kemoterapi, menurut Adna, ia harus menghabiskan sekitar Rp800 ribu, khusus untuk membuat obat yang tidak tercakup BPJS.

"Sekarang tahap kemoterapi, dokter dikatakan kemungkinan kemoterapi sampai 1,5 tahun. Tahap ketiga kemoterapi akan dilakukan, 24 Februari 2016, tapi kami tidak memiliki biaya,"kata Adna sambil mengunjungi Lampung pos, Kamis malam (02/18/2016).

Adna itu sendiri sudah menganggur. Awalnya ia bekerja sebagai tukang las di proyek bangunan, tetapi tidak lagi digunakan karena untuk menemani anak-Nya yang dirawat di rumah sakit di Jakarta. Dia juga menyebutkan sudah habis semua tabungannya atas biaya hidup di Jakarta, dan perlakuan terhadap anaknya.

"Sebelumnya, kita hidup di rumah YOAI (Yayasan Onkologi anak Indonesia) Jakarta, setelah kembali ke Anyer ke rumah orang tua saya, tempat penampungan adalah sekarang penuh, jadi sekarang kita tinggal di Anyer," kata Adna.

Adna dirawat di rumah sakit direkomendasikan Dharmais untuk meminta bantuan Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi ia masih sulit untuk mengakses.

"Saya diberitahu untuk mencoba untuk mengurus pertolongan rumah pertama, tapi sampai hari ini saya tidak tahu siapa yang harus dihubungi dan apa prosedur, jadi di sini," kata Adna dia menunjukkan beberapa file pengantar dari rumah sakit.

Adna berharap pemerintah dan masyarakat dapat membantu yang sedang putus asa membutuhkan uluran tangan untuk biaya medis anak bungsunya.

"Mudah-mudahan, pemerintah dan hati terbuka umum, tolong, aku benar-benar itu tidak mampu membiayai semua dalam keadaan darurat, untuk menyembuhkan anak saya," kata Adna.

informasi tentang kesehatan lainya dapat anda simak informasi terupdatenya hanya di Obat Kanker Kelenjar Getah Bening
Share:
Copyright © Obat Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 4 | Powered by Design by ronangelo | Blogger Theme by |Distributed By